Senin, 18 Agustus 2014

Kompetisi Blog 10 Tahun IAA

Tema: “ Bagaimana AirAsia Mengubah Hidupmu ? ” 


Masih Ku Gantungkan Mimpiku Pada AirAsia Yang Terbang Tinggi Di Langit

Bahagia adalah perasaan pertama ketika saya mengetahui AirAsia mengadakan Kompetisi Blog. Saya selangkah lebih dekat untuk menyampaikan langsung rasa terimakasih sekaligus berbagi cerita yang tentunya AirAsia sebagai pengaruh besar dalam terjadinya peristiwa yang telah saya alami. 

" Kompetisi Blog 10 tahun AirAsia Indonesia ".
Sebelumnya saya perkenalkan terlebih dahulu siapa saya, darimana saya, apa yang saya kerjakan dan tentunya apa yang membuat saya bercerita disini. Saya Rara dari Makassar, umur 24 tahun.Kegiatan saya sekarang adalah bisnis penjualan tiket pesawat.

" Saya dan 3 Media Sosial yang aktif untuk bisnis jualan pakaian ".
Beberapa hari yang lalu, teman saya memberitahu tentang adanya Kompetisi Blog 10 Tahun AirAsia Indonesia dengan tema " Bagaimana AirAsia Mengubah Hidupmu? ".Tidak perlu berpikir panjang, ajak hati untuk lekas berbagi cerita yang penuh inspiratif ini karena memang saya telah mengalami pengalaman yang masih terpendam.  

Setahun yang lalu, saya bekerja di Perusahaan yang bergerak dalam bidang Haji dan Umroh sebagai staff akunting.Selain bekerja sebagai karyawan swasta, saya juga menggeluti bisnis jualan pakaian dengan hanya bermodal telepon seluler dan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram sebagai tambahan penghasilan untuk membantu keuangan keluarga. 

Berawal di bulan Oktober 2013, saya membuka email pribadi di komputer kantor untuk mencari pesan yang berisi kupon-kupon belanja.Ketika sibuk mencari email yang saya maksud, tertujulah saya pada email dari AirAsia dengan judul yang menarik perhatian yaitu " Mulai Rp 0! Siap-siap !! ".Dari email tersebut, saya mendapatkan informasi tentang AirAsia Karnaval yang menawarkan tarif hemat dimulai dari Rp 0,- (Base Fare) ke banyak destinasi menarik baik domestik maupun internasional. 

"  04 Oktober 2013,email AirAsia tentang Karnaval ".

Naluri pebisnis muncul menggebu-gebu, nampak jelas peluang bisnis di depan mata. Saya mencoba mempromosikan Tiket AirAsia dengan menjualnya di bawah harga rata-rata maskapai lain.Laku? tentu saja, pelanggan saya meningkat pesat bahkan ada yang memesan 62 kursi untuk tujuan Makassar ke Bali. 

Perlu diingat satu hal, saya bukanlah travel agent yang bekerjasama dengan AirAsia, saya hanyalah pelanggan AirAsia yang mencoba memanfaatkan peluang bisnis dengan menawarkan Tiket AirAsia Karnaval ke teman, sahabat, tetangga, keluarga dan juga pelanggan yang biasa membeli dagangan pakaian saya. 


Karena adanya bisnis dadakan ini, sepulang kerjapun saya tetap melayani permintaan pelanggan. Saya juga pernah begadang sampai jam 6 subuh di Warnet (Warung Internet) hanya demi untuk membantu mereka mendapatkan Tiket AirAsia Karnaval. Maklum, saat itu saya tidak mempunyai komputer atau laptop di rumah.

 Hasil usaha saya menjual Tiket AirAsia Karnaval pada bulan Oktober 2013.
Masih adalagi peristiwa seru lainnya. Seseorang menghubungi saya, dia mendapatkan info kalau saya menjual tiket pesawat di bawah harga normal.Saat itu, dia memesan 21 tiket PP (Pulang - Pergi) tujuan Makassar ke Bali melalui telepon. Berbagai pertanyaan dan permintaan dia lontarkan kepada saya, seperti permintaan tanggal, bulan dan jam terbang yang berubah-ubah membuat saya harus berulang kali membooking 21 nama calon penumpang di jadwal yang berbeda.

Bisa kita bayangkan, betapa susahnya membooking 1 nama saja di website AirAsia, diperlukan ketelitian dalam penulisan identitas penumpang dan kecepatan mengetik.Adapun kendala lain ketika tiba diakhir proses booking, seringkali ditemukan kursi yang diinginkan habis dan dianjurkan mencari kursi lain yang masih tersedia dengan kata lain harga tiketnya bukan yang promo lagi.

" Inilah 21 penumpang saya yang berangkat dengan Tiket AirAsia Karnaval ".
Hal-hal seperti itulah yang cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran tetapi karena saya sadar itu adalah resiko berbisnis, saya harus memberi pelayanan yang terbaik kepada calon pelanggan baru.Setelah menemukan jadwal yang pas, akhirnya dia mendatangi rumah saya sekitar jam 02.00 malam, membawa uang pembayaran tiket senilai Rp 8.400.000,- dan karena tiketnya saya janjikan esok hari maka kartu identitas saya dibawanya pulang sebagai jaminan. Tanggal 27 Januari 2014, dia beserta keluarga besarnya terbang bersama AirAsia berkat Tiket Karnaval. Semenjak itu, diapun mempercayakan saya sebagai tempat untuk mencari tiket-tiket promo. 

" Oleh-oleh dari pelanggan,doa serta harapan mereka untuk bisnis saya ".
Usaha,sabar dan fokus dalam menjalankan bisnis ini tentu saja membuahkan hasil. Banyak hal yang saya dapatkan dari bisnis jualan Tiket AirAsia Karnaval termasuk diantaranya saya mendapatkan keuntungan jutaan rupiah. Dari uang tersebut saya memberikan sebagian uangnya kepada ibu untuk membayar rekening listrik 2 bulan tertunggak dan acara makan bersama teman-teman serta yang paling mengesankan bertambah banyaknya pelanggan saya.Mereka juga memberikan bonus berupa kelebihan uang pembayaran tiket dan bermacam oleh-oleh sebagai penghargaan karena berhasilnya saya mendapatkan Tiket AirAsia Karnaval sesuai jadwal cuti mereka.Sungguh saya tidak menyangka mendapatkan banyak pengalaman luar biasa dari penjualan Tiket AirAsia Karnaval.Berawal dari sinilah,saya mantap menjalankan bisnis penjualan tiket pesawat sampai sekarang.

Namun saat itu ada satu mimpi yang gagal saya lakukan dikarenakan kesibukan saya melayani pelanggan.Kehabisan Tiket AirAsia Karnaval tujuan Kuala Lumpur,Malaysia membuat rencana liburan murah saya gagal total.

Akhirnya melalui kompetisi ini saya menaruh asa kepada AirAsia, menceritakan pengalaman bisnis menjual Tiket AirAsia Karnaval untuk pertama kalinya sampai akhirnya mendulang uang jutaan rupiah dari bisnis dadakan tersebut. Sudah pasti ini hal terhebat yang saya lakukan bersama AirAsia. Sungguh sayapun berharap AirAsia bisa membantu mewujudkan satu mimpi saya yang tertunda saat itu, berpetualang ke Malaysia.


Terimakasih banyak AirAsia, darimu kini saya paham makna berjuang.Ada kebanggaan sendiri bisa melayani banyak pelanggan juga bagaimana menikmati hasil keringat sendiri serta yang paling penting dan menggetarkan hati ialah AirAsia telah membantu saya membuat senyum di wajah ibu karena tunggakan rekening listrik terbayar lunas. 

Semoga dari pengalaman saya ini bisa menjadi inspirasi pembaca dan khususnya keluarga besar AirAsia agar terus meningkatkan pelayanannya. Dengan adanya penawaran tiket promo dan kursi gratis (free seat), Airasia telah membantu memperkenalkan kota-kota wisata Indonesia ke semua wisatawan baik dalam maupun luarnegri. 

" Selamat ! AirAsia adalah maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik Asia dan Dunia ".
Memang pantas AirAsia mendapatkan predikat selama 6 tahun berturut-turut sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik dunia (World’s Best Low Cost Airline) dan maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik di Asia (Asia’s Best Low Cost Airline).Secara pribadi saya haturkan doa untuk AirAsia, semoga makin melebarkan sayap keseluruh tanah nusantara Indonesia dan tetaplah menjadi ikon maskapai penerbangan yang menawarkan tiket termurah dan berkualitas. 


     
   - Rara Yukari -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar